Pendidikan luar sekolah

A.  Pengertian Pendidikan Luar Sekolah

Pendidikan luar sekolah adalah usaha sadar yang diarahkan untuk menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan daya saing untuk merebut peluang yang tumbuh dan berkembang dengan mengoptimalkan penggunaan sumber-sumber yang ada di lingkungannya. Dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berorientasi masa depan yang akan menjadi pilar utama pembangunan di berbagai sektor, pendidikan luar sekolah dapat memegang peranan yang sangat strategis.

Empat hal yang menjadi acuan pengembangan pendidikan luar sekolah, yaitu :

1.      Memperluas pelayanan kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat yang tidak dibelajarkan pada jalur pendidikan sekolah.

2.      Meningkatkan relevansi, keterkaitan dan kesepadanan program-program pendidikan luar sekolah dengan kebutuhan masyarakat.

3.      Peningkatan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan luar sekolah.

4.      Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan luar sekolah.

Empat hal di atas sebenarnya mengandung arti bahwa pendidikan luar sekolah harus berorientasi ke masa depan. Untuk mewujudkan kebijakan tersebut pelembagaan pendidikan luar sekolah di masyarakat menjadi suatu tuntutan yang harus dilaksanakan. Misi ini dilaksanakan untuk membantu percepatan tercapainya masyarakat yang cerdas, terampil, disiplin, berdaya saing dan gemar membaca.


B. Sasaran Pendidikan Luar Sekolah

Adapun sasaran pendidikan luar sekolah dapat dibagi menjadi 2 sasaran pokok yaitu:

1.      Pendidikan Luar Sekolah untuk Pemuda

a.       Sebab-sebab timbulnya

1)      Banyak anak-anak usia sekolah tidak memperoleh pendidikan sekolah yang cukup

2)      Mereka memperoleh pendidikan yang tradisional

3)      Mereka memperoleh latihan kecakapan khusus melalui pola-pola pergaulan

4)      Mereka dituntut mempelajari norma-norma dan tanggung jawab sebagai sangsi dari masyarakat.

b.      Kelompok-kelompok kegiatan pendidikan luar sekolah antara lain

1)      Klub Pemuda

2)      Klub-klub Pemuda tani

3)      Kelompok Pergaulan


2.      Pendidikan Luar Sekolah untuk orang Dewasa

Pendidikan ini timbul oleh karena:

a.       Orang-orang dewasa tertarik terhadap profesi kerja.

b.      Orang dewasa tertarik terhadap keahlian.

Dalam rangka memperoleh pendidikan di atas dapat ditempuh melalui:

1)      Khursus-khursus Pendek

2)      In Service-training

3)      Surat-menyurat


Sesuai dengan rancangan Peraturan Pemerintah maka sasaran pendidikan luar sekolah dapat meliputi:

a.       Ditinjau dari Segi Sasaran Pelayan, berupa:

1)      Usia Pra-Sekolah (0-6 tahun) Fungsi lembaga ini mempersiapkan anak-anak menjelang mereka pergi sekolah (Pendidikan Formal) sehingga mereka telah terbiasa untuk hidup dalam situasi yang berbeda dengan lingkungan keluarga.

2)      Usia Pendidikan Dasar (7-12 tahun), Usia ini dilaksanakan dengan penyelenggaraan program kejar paket A dan kepramukaan yang diselenggarakan secara sesame dan terpadu

3)      Usia Pendidikan Menengah (13-18 tahun), Penyelenggaraan pendidikan luar sekolah untuk usia semacam ini diarahkan untuk pengganti pendidikan, sebagai pelengkap dan penambah program pendidikan bagi mereka

4)      Usia Pendidikan Tinggi (19-24 ntahun), Pendidikan luar sekolah menyiapkan mereka untuk siap bekerja melalui pemberian berbagai keterampilan sehingga mereka menjadi tenaga yang produktif, siap kerja dan siap untuk usaha mandiri

b.      Ditinjau dari Jenis Kelamin

Program ini secara tugas diarahkan pada kaum wanita oleh karena jumlah mereka yang besar dan partisipasinya kurang dalam rangka produktivitas dan efisiensi kerja maka pendidikan luar sekolah membantu mereka melalui program-program PKK, Program KB dan lain-lainnya

c.       Berdasarkan Lingkungan Sosial Budaya

Sasaran pendidikan luar sekolah dapat berupa:

1)      Masyarakat Pendesaan, Masyarakat ini meliputi sebagian besar masyarakat Indonesia dan program diarahkan pada program-program mata pencarian dan program pendayagunaan sumber-sumber alam

2)      Masyarakat Perkotaan, Masyarakat perkotaan yang cepat terkena perkembangan ilmu dan teknologi, sehingga masyarakat perlu memperoleh tambahan tersebut melalui pemberian informasi dan kursus-kursus kilat

3)      Masyarakat Terpencil, Untuk itu masyarakat terpencil ini perlu ditolong melalui pendidikan luar sekolah yang mereka dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan nasional

d.      Berdasarkan kekhususan Sasaran Pelajar

1)      Peserta didik yang dapat digolongkan terlantar, seperti anak yatim piatu

2)      Peserta didik yang karena berbagai sebab sosial, tidak dapat mengikuti program pendidikan persekolahan

e.       Berdasarkan Sistem Pengajaran

Sistem Pengajaran dalam proses penyelenggaraan dan pelaksanaan program pendidikan luar sekolah meliputi:

1)       Kelompok, organisasi dan lembaga

2)       Mekanisme sosial budaya seperti perlombaan dan pertandingan

3)       Kesenian tradisional, seperti wayang, ludruk, ataupun teknologi modern seperti televisi, radio, film, dan sebagaimana

4)       Prasarana dan sarana seperti balai desa, masjid, gereja, sekolah dan alat-alat pelengkapan kerja.

f.       Berdasarkan Segi Pelembangan Program

Pelembagaan program yang dimaksud keseluruhan proses pengintegrasian antara program pendidikan luar sekolah dan perkembangan masyarakat

1)      Program antara sektoral dan swadaya masyarakat seperti PKK, PKN, dan P2WKSS.

2)      Koordinasi perencanaan dan atau pelaksana program pembangunan

3)      Tenaga pengarahan di tingkat pusat, propinsi, kabupaten, kecamatan dan desa


C. Program pendidikan luar sekolah (PLS)

Jenis-jenis pendidikan yang ada pada PLS, menurut D. Sudjana (1996:44) di antaranya adalah:

a.       Pendidikan Massa (Mass education)

Pendidikan massa yaitu kesempatan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat luas dengan tujuan yaitu membantu masyarakat agar mereka memiliki kecakapan dalam hal menulis, membaca dan berhitung serta berpengetahuan umum yang diperlukan dalam upaya peningkatan taraf hidup dan kehidupannya sebagai warga negara. Istilah Mass education menunjukan pada aktifitas pendidikan di masyarakat yang sasarannya kepada individu-individu yang mengalami keterlantaran pendidikan, yaitu individu yang tidak berkesempatan memperoleh pendidikan melalui jalur sekolah, tetapi putus di tengah jalan dan belum sempat terbebas dari kebuta-hurufan. Mass education ini dapat dikatakan semacam program pemberantasan buta huruf atau program keaksaraan, tentu saja tidak bertujuan supaya orang-orang didiknya sekedar bisa baca-tulis, tetapi juga supaya memperoleh pengetahuan umum yang relevan bagi keperluan hidupnya sehari-hari. Individu yang menjadi sasarannya adalah pemuda-pemuda dan orang dewasa. Pelaksanaannya melalui kursus-kursus.

b.      Pendidikan Orang Dewasa (Adult Education)

Pendidikan orang dewasa yaitu pendidikan yang disajikan untuk membelajarkan orang dewasa. Dalam salah satu bukunya tentang PLS, Sudjana (1996:45) menerangkan bahwa pendidikan orang dewasa adalah pendidikan yang diperuntukan bagi orang-orang dewasa dalam lingkukangan masyarakatnya, agar mereka dapat mengembangkan kemampuan, memperkaya pengetahuan, meningkatkan kualifikasi teknik dan profesi yang telah dimilikinya, memperoleh cara-cara baru serta merubah sikap dan perilakunya.

c.       Pendidikan Perluasan (Extension Education)

Kegiatan yang diselenggarakan PLS adalah meliputi seluruh kegiatan pendidikan baik yang dilaksanakan di luar sistem pendidikan sekolah yang dilembagakan ataupun yang tidak dilembagakan.

D. Ciri-ciri Pendidikan Luar Sekolah 

a.       Beberapa bentuk pendidikan luar sekolah yang berbeda ditandai untuk mencapai bermacam-macam tujuan.

b.      Keterbatasan adalah suatu perlombaan antara beberapa PLS yang dipandang sebagai pendidikan formal dari PLS sebagai pelengkap bentuk-bentuk pendidikan formal.

c.       Tanggung jawab penyelenggaraan lembaga pendidikan luar sekolah dibagi oleh pengawasan umum/masyarakat, pengawasan pribadi atau kombinasi keduanya.

d.      Beberapa lembaga pendidikan luar sekolah di disiplinkan secara ketat terhadap waktu pengajaran, Teknologi modern, kelengkapan dan buku-buku bacaan.

e.       Metode pengajaran juga bermacam-macam dari tatap muka atau guru dan kelompok-kelompok belajar sampai penggunaan audio televisi, unit latihan keliling, demonstrasi, kursus-kursus korespondensi, alat-alat bantu visual.

f.       Penekanan pada penyebaran program teori dan praktek secara relative dari pada PLS.

g.      Tidak seperti pendidikan formal, tingkat sistem PLS terbatas yang diberikan kredensial.

h.      Guru-guru mungkin dilatih secara khusus untuk tugas tertentu atau hanya mempunyai kualifikasi professional dimana tidak termasuk identitas guru.

i.        Pencatatan tentang pemasukan murid, guru dan kredensial pimpinan, kesuksesan latihan, membawa akibat peningkatan produksi ekonomi, peningkatan kesejahteraan dan pendapatan peserta.

j.        Pemantapan bentuk PLS mempunyai dampak pada produksi ekonomi dan perubahan sosial dalam waktu singkat dari pada kasus pendidikan formal sekolah.

k.      Sebagian besar program PLS dilaksanakan oleh remaja dan orang-orang dewasa secara terbatas pada kehidupan dan pekerjaan.

l.        Karena secara digunakan, PLS membuat lengkapnya pembangunan nasional. Peranannya mencakup pengetahuan, keterampilan dan pengaruh pada nilai-nilai program.

m.    Diselengarakan dengan tidak berjenjang, tidak berkesinambungan dan dilaksanakan dalam waktu singkat.

n.      Karena sifatnya itu sehingga tujuan, metode pembelajaran dan materi yang disampaikan selalu berbeda di masing-masing penyelenggara PLS.



Sumber :

http://dakahamdaka.blogspot.com/2016/10/makalah-pendidikan-luar-sekolah-p-l-s.html?m=1 (di akses pada 13 Desember 2020)

http://pendidikanluarsekolahunp.blogspot.com/2011/06/konsep-pendidikan-luar-sekolah.html?m=1 (di akses pada 13 Desember 2020)

Komentar